SMKN 3 Jember Bisa Keluarkan Sertifikat Profesi

DSC_6131

DSC_6131

JEMBER – Tantangan dunia kerja di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) semakin berat. Sebab, selain memiliki keahlian dalam satu bidang, harus diperkuat dengan sertifikat profesi. Sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang bakal masuk ke dalam negeri.

“Yang bisa mengeluarkan sertifikasi itu adalah lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” kata Kepala Sekolah SMKN 3 Jember Suprihartono. Menurut dia, SMK sebagai lembaga pendidikan keterampilan perlu memiliki LSP melalui agar peserta didiknya bisa memiliki sertifikasi profesi.

Dia menambahkan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menganjurkan SMK untuk membuat LSP. Yakni dengan cara mengajukan dan melalui tes yang tidak mudah. “SMK 3 sudah mengajukan, dan lolos tahun 2015 lalu,” akunya.

Sehingga, bisa menyelenggarakan sendiri ujian sertifikasi profesi bagi para muridnya. Sebab, di Jawa Timur, Hanya ada 16 SMK yang sudah diterima mendirikan LSP. “Di Jember masih SMKN 3 yang memiliki LSP, namun juga ada yang masih mengajukan,” terangnya.

Dia menambahkan, setiap profesi di era MEA harus memiliki sertifikasi agar mampu bersaing dengan tenaga asing. Di tingkat sekolah disebut dengan LPS Pihak pertama (P1), atau sekolah. Di lembaga lain seperti balai latihan kerja disebut LSP Pihak dua (P3). “Sedangkan untuk sertifikasi prefosi umum disebut LSP P3,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Pri tersebut menjelaskan, LSP merupakan lembaga pelaksanaan kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa LSP bersangkutan telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi.

Sehingga, kata dia, sekolahnya mengadakan ujian sertifikasi profesi kemarin (16/2) melalui tenaga penguji atau asesor yang sudah mendapat sertifikasi menguji. “Asesornya dari guru dan atau tenaga industri yang sudah  lulus menjadi tenaga penguji dari BNSP, batas asesor bisa menguji hanya tiga tahun, setelah itu perlu diperpanjang,” terangnya.

Para siswa yang mengikuti ujian sertifikasi itu di jurusan, tata boga, tata busana, perhotelan, dan patiseri. Semua berjumlah sekitar 265 peserta. “Ujian itu berlangsung selama empat hari,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, karena hanya SMKN 3 Jember yang memiliki LSP, lembaga tersebut menjadi rujukan untuk menyelenggarakan ujian sertifikasi profesi. “Kami juga menguji di sekolah lain, seperti di SMKN 6 Tanggul, SMKN 8 Semboro, SMKN 3 Bondowoso, SMKN 2 Lumajang dan yang lain,” sebutnya.

Dia melanjutkan, sudah ada 26 siswa bidang kecantikan dan 64 siswa RPL yang lulus mengikuti ujian sertifikasi profesi. Mereka tidak perlu khawatir jika dibutuhkan bekerja di luar negeri karena sudah memiliki sertifikat. Sebab, negara lain di Asean sudah mengacu pada sertifikasi itu.

Dia menilai, meskipun siswa memiliki keterampilan tapi tidak punya legalitas, sulit diterima. “Mereka hanya bisa dipakai di daerah lokal, kalau di luar negeri tidak bisa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *