SMKN 3 Jember Kembangkan Skill Siswa

DSC_6172

JEMBER –Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Jember terus berupaya mengembangkan ketarampilan yang dimiliki oleh siswanya. Sehingga, lulusan dari sekolah tersebut bisa menjadi tenaga professional yang siap bersaing dengan kebutuhan jaman.

Kepala sekolah SMKN 3 Suprihartono mengatakan selain mengembangkan skill , sekolah yang dipimpinnya itu juga meningkatkan peralatan untuk pelatihan siswa. “Pelatihan yang kami adakan tidak hanya bagi siswa, tapi juga guru agar bisa sinkron dengan kebutuhan industri terkini,” katanya.

Selain itu, kata dia,  sekolah juga mendatangkan instruktur dari industry tiga bulan sekali. Mereka memberikan pelatihan kepada guru agar mengikuti perkembangan Industri di tempat lain. “Kami juga sudah melakukan kerja sa adengan berbagai industry, baik di dalam maupun luar kota,” akunya.

Guna membuat siswa menjadi pelajar yang terampil dan cakap, SMKN 3 Jember juga menyediakan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Bahkan, pihaknya sudah mendatangkan beberapa peralatan canggih di dunia insdustri.

Misal, untuk jurusan patiseri, SMKN 3 Jember  mendatangkan semibal buah bedslicer atau pemotong roti terbaru dari Jakarta, kemudian 5 unit electric pastamaker yang otomatis membuat pasta.

Di jurusan tata boga juga ada stove and oven sebanyak 15 unit, fungsinya untuk menghangatkan dan mengolah makanan. Selain itu, ada machine soft ice cream sebanyak 15 unit. “Jurusan busana ada mesin bordir komputer 15 unit, layout meja potong 5 unit yang biasa digunakan oleh industri garmen. Alat ini bisa memotong 1000 kaos sekaligus dengan polanya,” terangnya.

Belum lagi di jurusan Multimedia IT yang menyediakan alat lengkap produksi film, editing hingga siaran. Semua itu disiapkan agar murid dicetak menjadi tenaga kerja profesional.

Beberapa pelatihan kerja dengan program casual yang langsung melatih anak didik dalam dunia kerja. Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan kerja paruh waktu usai sekolah. Misalnya industri soko kembang yang memakai anak-anak jurusan Boga. “Biasanya memakai anak SMKN 3 untuk produksi di luar jam sekolah,” akunya.

Begitu juga sejumlah hotel, biro wisata, juga TV lokal di Jember. Selain mendapatkan pengalaman kerja, juga memperoleh saku untuk tambah biaya sekolah. Bahkan, kadang anak didik mendapatkan ilmu lebih yang belum didapat di sekolah. Sehingga ilmu ini bisa dibagi dengan sekolah untuk meningkatkan skill  anak didik

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *