Putri Indonesia Mengajar di SMKN 3 Jember

2

Putri Indonesia ke SMKN 3 Jember
Kezia Roslin Cikita Warouw, putri Indonesia 2016 berbagi pengalaman tentang hidupnya. Sebab, perjuangan meraih prestasi Sebagai putri Indonesia membutuhkan keyakinan, usaha, doa dan kemauan yang keras. Sehingga, tak ada yang tidak bisa tercapai jika memiliki tekad untuk menggapainya.
“Selama kita memiliki cita-cita, kita bisa menggapainya,” katanya dihadapan ratusan pelajar SMKN 3 Jember. Kezia berkunjung ke Jember untuk mengikuti beberapa rangkain kegiatan di Jember, termasuk datang ke sekolah tersebut.
Perempuan kelahiran 18 April 1991 tersebut juga berkunjung ke sejumlah sekolah. Pertama di SMAN 2 Jember, kemudian di SMKN 3 Jember. Kepada para pelajar, Kezia memberikan motivasi agar terus belajar dan berusaha meraih apa yang dicita-citakannya.
Kezia bercerita tentang perjalanannya sampai terpilih menjadi putri Indonesia 2016. Baginya, prestasi itu diraih karena memiliki keyakinan yang kuat akan memperoleh hasil yang baik. Sehingga, ketika pemilihan putrid Indonesia, dia memberikan penampilan terbaik.
Dalam kesempatan dialog dengan siswa, Kezia menanyakan cita-cita dari setiap pelajar. Dia menegaskan, memiliki cita-cita yang tinggi atau biasa-biasa saja tidak salah. Tetapi, untuk mewujudkannya harus melibatkan tuhan. “Saya yakin kalian generasi yang luar biasa, dan punya talenta,” ucapnya.
Dia menjelaskan, ketika sudah memiliki cita-cita, harus dipegang kuat. Karena saat berusaha meraihnya, akan ada jalan keluar yang diberikan tuhan. Keyakinan itu harus dibangun sejak sekarang.
Selain itu, rasa percaya diri, tekad yang kuat dan tidak mudah menyerah harus dimiliki oleh setiap siswa. Karena kunci untuk mengggapai cita-cita. “Proses kalian masih panjang, harus mulai membangun cita-cita dari sekarang,” tuturnya.
Kemudian, lanjut dia, kunci suskes lainnya adalah patuh pada orang tua, terus belajar, rendah hati dan tidak gengsi. Hal itu sudah diterapkan oleh Kezia dalam meraih prestasinya.
Tak hanya itu, Kezia juga meminta agar para pelajar sekarang bijak memanfaatkan media sosial. Jika tidak digunakan sebaik mungkin, akan menjadi boomerang yang menyerang diri sendiri. “Seperti kasus Bully yang banyak terjadi,” ujarnya.
Disamping itu, putri Indonesia perwakilan Sulawesi Utara itu juga mewanti-wanti para pelajar agar tidak terlibat narkoba. Karena akan mengancam masa depan generasi bangsa. “Jangan pernah coba-coba memakain narkoba, berbahaya,” tuturnya.
Dia menjelaskan tentang dampak-dampak penyalahgunaan narkoba. Seperti gangguan fisik, mental dan perilaku negative lainnya. Dia prihatin jika ada generasi bangsa yang sudah terjerumus mengkonsumi narkoba. Untuk itulah, ketika berkunjung ke suatu daerah, juga ikut sosialisasikan bahaya narkoba.
Sementara itu kepala SMKN 3 Jember, Suprihartono menambahkan kunjungan putri Indonesia 2016 diharapkan bisa memberikan motivasi belajar siswa. Kepribadian Kezia bisa menjadi inspirasi bagi siswanya untuk belajar lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *